Selasa, 16 Juli 2013

Islam akan tetap menang dengan atau tanpa kontribusi dan peran kita

Tags
Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi (Arrahmah.com) – Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : جاَهِدُوْا الْمُشْرِكِيْنَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ “Berjihadlah kalian melawan orang-orang musyrik dengan harta kalian, jiwa kalian dan lisan kalian” (HR. Hakim dalam Al Mustadrak, dinyatakan Shahih oleh Syaikh Al Albani) Setiap muslim yang merindukan tegaknya Syari’ah Islam tentu akan bertanya : “Apa kontribusiku untuk jihad dan tegaknya Dien Allah di muka bumi ini ?” Pertanyaan itu pun pasti menyeruak dalam setiap sanubari kita semua. Teringat ucapan yang penuh tawadhu’ dari seorang ustadz dari sebuah ormas Islam saat pertemuan para pimpinan ormas-ormas Islam yang konsern dengan berbagai problematika umat. “Kami belum mampu berjihad di front terdepan jihad qital, maka izinkan kami fokus untuk mengirimkan para da’i ke daerah-daerah pelosok Indonesia yang masih sangat buta tentang Islam dan juga fokus pada amal usaha dakwah membendung maraknya Kristenisasi. Mungkin ada pula saudara kita dari ormas lain yang fokus memahamkan umat ini akan bahaya aliran-aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII, Syiah dan sebagainya. Atau ada pula yang fokus pada gerakan Amar ma’ruf dan Nahi Munkar…..” Benarlah bahwa masing-masing kita bergerak, berjuang dan beramal sesuai kadar kemampuan masing-masing dan hanya Allah yang akan Memberikan imbalan atas kecintaan dan pengorbanan kita untuk Dien Nya Allah Azza Wa Jalla Berfirman : قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَى سَبِيلًا

Sabtu, 13 Juli 2013

Khutbah mimbariyah nihai 1434 H

Tags
Pondok Ngruki, Pada hari senin 06 Mei 2013 dimulai tepat pukul 08.00 wib acara khitobah bagi kelas terakhir ( 6 ppim/Niha’i) di masjid baitussalam dan aula darul hikmah pondok pesantren Islam Al Mukmin Ngruki. Khitobah kali ini menggunakan bahasa arab dan Inggris, semua santri niha’i baik jurusan IPA, IPS dan Agama turut ambil bagian dalam acara ini.
Seluruh peserta nampak sudah siap berkompetisi dalam khitobah ini dan masing-masing diberikan kesempatan untuk unjuk kebolehan dalam berpidato, dengan bahasa yang fasih dan intonasi yang mantab, penampilan para peserta sangat memukau dewan yuri dan semua yang hadir.
Pada kesempatan ini yang menjadi dewan yuri yaitu Ust. Zahrodin Fanani, ust. Anis Budiriyanto, ust. Ade Hidayat dan ust. Azam Sudarmadi. Acara khitobah seperti ini wajib bagi kelas 6 ppim semua jurusan (kelas niha’i) dan dilaksanakan setelah ujian UN

Seputar Bulan Sya'ban

Tags
MUSLIMDAILY.NET - Sya’ban berasal dari Bahasa Arab dari kata Syi'ab, yang artinya adalah jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan demi mencapai kebaikan. 
Ada pula yang menamakan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasya'abun (berpencar) untuk mencari sumber air. Dikatakan demikian juga karena mereka tasya'ub (berpisah-pisah/berpencar) di gua-gua.
Dan juga dikatakan sebagai Bulan Sya’ban juga karena bulan tersebut sya'aba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadan. Jamaknya adalah Sya'abanaat dan Sya'aabin.